Jangan Memutus Kehambaanmu Hanya Karna Virus Corona.
SAAT HIDUP HARUS MENEPI Mengambil jeda dalam hidup. Menafakuri diri. Di tengah kepanikan banyak orang. Menghadapi bahaya wabah yang mengancam keselamatan jiwa. Kabar dan komentar berseliweran bak bendungan yang pecah. Meluber, semburat tak beraturan. Menancap dalam alam bawah sadar. Kala datang suatu masa. Manusia dipaksa berjarak dengan sesama. Menjauhi saudara, kerabat, maupun sahabat. Menutup pintu-pintu silaturrahim. Membuang kehangatan saat-saat bercengkerama dalam ikatan sedarah. Menyingkirkan keakraban kawan seia sekata. Kini, manusia dipaksa mengurung diri dalam ruang-ruang privat. Berhari-hari, berminggu, berbulan-bulan. Menjauhi keramaian. Menghindari kerumunan. Membersihkan semua yang menempel di badan. Mencurigai gelagat setiap orang baru yang datang. Entah, sudah yang ke berapa kali mendengar keluhan mereka. Sosok-sosok yang diselimuti cemas. Kerisauan melanda setiap saat. Hati yang gelisah tanpa sebab. Bertempur dalam perasaan taku...